Showing posts with label Elektronika. Show all posts
Showing posts with label Elektronika. Show all posts

Saturday, September 27, 2014

Mengenal Lebih Jauh Tentang Kapasitor

[Image : Kapasitor]

Apa itu Kapasitor?

Capasitor atau kapasitor atau juga Kondensator adalah sebuah komponen elektronika yang dapat digunakan untuk menyimpan energi listrik untuk beberapa lama. Kapasitor terdiri atas dua lempeng logam yang dipisahkan oleh suatu isolator. Isolator ini dinamakan dielektrikum (dielektrika). Pemberian nama kapasitor / kondensator biasanya diambil dari bahan isolator atau dielektrikum yang digunakan, contohnya kondensator keramik bahan yang digunakan sebagai dielektrikum adalah keramik. :W
Kapasitor / Kondensator memiliki sifat-sifat khusus atau khas, antara lain :
  1. Dapat menyimpan energi listrik untuk beberapa lama.
  2. Dapat meneruskan listrik arus bolak-balik
  3. Tidak dapat meneruskan listrik arus searah.

Sunday, August 31, 2014

Rokok Elektronik, Modern dan Mematikan

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya. Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat menyebabkan ketergantungan, di samping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, dan emfisema. :W
Rokok menjadi kebiasaan bahkan gaya hidup sebagian besar masyarat Indonesia bahkan Internasional. Mereka yang pecandu rokok bisa menghabiskan 1-2 kotak yang rata-rata isinya bisa 10-16 batang rokok, bahkan ada yang bisa menghabiskan sampai 3 kotak rokok. Bisa dibayangkan jika 1 kotak rokok harganya Rp. 10.000 mereka bisa menghabiskan Rp. 20.000 hingga Rp. 30.000 per hari. Kalo satu bulan berapa ya? @@,
Perkembangan teknologi semakin maju, belakangan ini kita tahu bahwa rokok elektronik mulai membanjiri pasar. Produsen mendaulat produknya itu tidak berbau dan lebih sehat ketimbang rokok konvensional. Benarkah? Oke disini kita akan berkenalan lebih dekat dengan rokok elektronik.
Rokok elektronik dianggap sebagai alat penolong bagi mereka yang kecanduan rokok supaya berhenti merokok. Alat ini dipasarkan sebagai alternatif yang lebih aman dari produk tembakau biasa. Label "HEALTH" pun terpasang jelas pada kemasannya. Namun hingga kini keberadaannya masih menuai kontroversi dan di sebagian besar negara dianggap sebagai produk yang ilegal dan terlarang.

Sejarah Rokok Elektronik

[Image : Rokok Elektronik]
Rokok Elektronik (Elecronic Nicotine Delivery Systems atau e-Cigarette) adalah sebuah inovasi dari bentuk rokok konvensional menjadi rokok modern. Rokok elektronik pertama kali dikembangkan pada tahun 2003 oleh SBT Co Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis Beijing, RRC, yang sekarang dikuasai oleh Golden Dragon Group Ltd Pada tahun 2004, Ruyan mengambil alih proyek untuk mengembangkan teknologi yang muncul. Diserap secara resmi Ruyan SBT Co Ltd dan nama mereka diubah menjadi SBT RUYAN Technology & Development Co, Ltd.

Kepulan Modern Asap Rokok Elektronik

Bulan Mei lalu, dunia merayakan hari tanpa merokok namun disisi lain artikel-artikel seputar rokok elektronik mulai mencuat ke muka publik. Rokok elektronik diyakini oleh kalangan perokok aktif mampu membantu mereka mengurangi konsumsi mereka terhadap rokok. Selain itu rokok ini tidak berbau dan tidak memaksa orang sekitar untuk menjadi perokok aktif. Benarkah?

Spesifikasi Rokok Elektronik

[Image : Rokok Elektronik]
Rokok elektronik tersusun atas baterai yang bisa diisi ulang, sebuah pemanas dan tabung yang berisi nikotin cair. Dengan menghisap, perokok mengaktifkan pemanas yang kemudian menguapkan nikotin cair. Uap itulah yang kemudian dihisap oleh sang perokok. Jadi dalam roko\k elektronik tidak menggunakan tembakau.

Lusinan Rasa Perkuat Dahaga

[Image : Rokok Elektronik]
Produsen rokok elektronik menawarkan berbagai rasa yang terkandung di dalam nikotin cair. Yang paling digemari tentunya rasa menthol, kemudian strawberry dan apel. Kritikus mengecam, rasa pada rokok memperkuat ketergantungan dan mempermudah anak-anak di bawah umur untuk menghisap rokok.

Berbagi Jenis Rokok Elektronik

[Image : Rokok Elektronik]
Selain rokok elektronik, produsen juga menawarkan sigaret dan pipa elektronik. Selain itu juga tersedia sigaret elektronik dalam bentuk mini. Dan buat perokok yang cuma menghisap sesekali, produsen menyediakan rokok elektronik sekali pakai.

Analisis BPOM Indonesia

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, FDA pada Mei 2009 lalu melakukan analisis terhadap rokok tersebut dan menguji kandungan e-cigarette dari dua perusahaan. Hasilnya adalah ditemukan adanya kandungan dietilen glikol dan nitrosamin yang spesifik dalam tembakau. Studi FDA juga menunjukkan ketidakkonsistenan kadar nikotin dalam wadah dengan label yang sama. Bahkan, dalam wadah ENDS berlabel tidak mengandung nikotin masih ditemukan nikotin.
"The World Health Organization" (WHO) pada September 2008 telah menyatakan bahwa mereka tidak menyetujui dan tidak mendukung rokok elektronik dikonsumsi sebagai alat untuk berhenti merokok. Pada 6-7 Mei 2010 lalu, WHO kembali mengadakan pertemuan membahas mengenai peraturan terkait keselamatan ENDS dan menyatakan bahwa produk tersebut belum melalui pengujian yang cukup untuk menentukan apakah aman dikonsumsi. Atas pertimbangan itu, maka Badan POM menyarankan agar produk tersebut dilarang beredar, dan kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi produk alternatif rokok tersebut.

Gonjang Ganjing UU Anti Rokok

[Image : Larangan Rokok Elektronik]
Badan Pengawasan Obat dan Makanan mewanti-wanti agar konsumen berhati-hati menggunakan rokok elektronik. BPOM berdalih, rokok elektronik bisa menghasilkan nitrosamine yang ditengarai menyebabkan kanker. Secara umum pembatasan rokok atau rokok elektronik di Indonesia baru sebatas peraturan daerah dan imbauan BPOM, belum menjadi aturan yang mengikat secara nasional.

Nah, Sekarang semua kembali ke masyarakat bagaimana menyikapinya. Perkembangan teknologi semakin maju hingga sekarang ROKOK pun bisa menjadi alat ELEKTRONIK. Seputar tidak berbau dan lebih aman itu saya sendiri kurang tau, karena saya belum pernah mencoba rokok elektronik ini. :D Tetapi yang namanya nikotin tetap saja bahan kimia berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit baik nikotin dalam tembakau maupun nikotin dalam bentuk cair.
Sekian postingan kali ini, semoga dapat memberi manfaat bagi Anda. Bila ada kesalahan saya mohon maaf yang setulus-tulusnya sekaligus saya mohon koreksi dari Anda. Terimakasih dan Salam Blogger Indonesia! :)
Sumber : http://www.serulicious.com/2014/08/rokok-elektronik-elecronic-nicotine.html dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.

Saturday, August 30, 2014

Mengenal Lebih Jauh Tentang Resistor

Apa itu Resistor?

Resistor adalah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik, dengan resistansi tertentu (tahanan / hambatan) dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir, berdasarkan Hukum Ohm.
Bentuk dari resistor sendiri saat ini ada bermacam-macam. Yang paling umum dan sering di temukan di pasaran adalah berbentuk bulat panjang dan terdapat beberapa lingkaran warna pada body resistor. Ada 4 lingkaran yang ada pada body resistor. Lingkaran warna tersebut berfungsi untuk menunjukan nilai hambatan dari resistor.
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, derau listrik (noise), dan induktansi. Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar. :W

Apa Saja Fungsi Resistor?

Fusngsi utama Resistor adalah sebagai penahan arus sementara, pembatas dan atau pembagi arus, penurun tegangan dan pembagi tegangan. Selain itu, Resistor juga merupakan komponen yang bersifat menghambat arus listrik yang berjenis pasif. Komponen pasif artinya, komponen tersebut tidak dapat menguatkan dan menyearahkan sinyal listrik serta tidak dapat mengubah suatu energi ke bentuk lainnya. Paham? :yaya:

Apa Saja Jenis-Jenis Resistor?

Resistor saat ini hanya terdapat 2 jenis, yaitu Fixed Resistor (Resistor Tetap) dan Variable Resistor (Resistor Tidak Tetap). Dari dua jenis resistor tersebut di bagi lagi menjadi beberapa bagian. Simak penjelasannya berikut ini =D :
  1. Fixed Resistor (Resistor Tetap)

    Adalah jenis resistor yang nilainya sudah tertulis pada badan resistor dengan menggunakan kode warna ataupun angka. Resistor ini banyak digunakan sebagai penghambat arus listrik secara permanen. Yang termasuk kedalam jenis Resistor Tetap adalah :
    1. Resistor Kawat
      [Image :Resistor Kawat]
      Resistor Kawat adalah jenis resistor yang baru pertama kali di gunakan pada saat rangkaian elektronika masih menggunakan tabung hampa. Bentuk fisik dari resistor ini bervariasi dan memiliki ukuran yang cukup besar. Karena memiliki resistansi yang tinggi dan tahan terhadap panas yang tinggi, resistor ini hanya dipergunakan dalam rangkaian power. Sampai saat ini, jenis yang masih di pakai adalah jenis yang memiliki lilitan kawat pada bahan keramik, kemudian di lapisi dengan bahan semen.
    2. Resistor Batang Karbon (Arang)
      {Image : Resistor Batang Karbon (Arang)]
      Resistor ini terbuat dari bahan karbon kasar yang kemudian di beri lilitan dan tanda dengan kode warna yang berbentuk gelang. Untuk dapat membaca nilai resistansi dari setiap warna gelang tersebut dapat menggunakan tabel kode warna. Jenis resistor ini terbentuk setelah adanya resistor kawat. Saat ini sudah jarang orang yang menggunakan resistor batang karbon di dalam rangkaian-rangkaian elektronik.
    3. Resistor Keramik
      [Image : Resistor Keramik]
      Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, khususnya di bidang elektronik. Pada saat ini telah tercipta jenis resistor yang terbuat dari bahan dasar keramik atau porselin dan dilapisi dengan kaca tipis. Karena memiliki bentuk fisik yang kecil dan juga nilai resistansi yang tinggi, resistor ini paling banyak digunakan dalam rangkaian elektronik. Rating daya yang dimiliki resistor keramik sebesar 1/4 Watt, 1/2 Watt, 1 Watt dan 2 Watt.
    4. Resistor Film Karbon
      {Image : Resistor Film Karbon]
      Resistor ini merupakan hasil dari pengembangan resistor batang karbon. Sejalan dengan perkemangan teknologi, telah terbentuklah resistor yang dibuat dari karbon dan dilapisi dengan bahan film yang berfungsi sebagai pelindung terhadap pengaruh luar. Nilai resistansi sudah tercantum dalam bentuk tabel kode warna. Karena memiliki nilai resistansi yang tinggi dan juga bentuk fisiknya kecil, resistor ini juga banyak digunakan di dalam berbagai rangkaian elektronika. Rating daya yang dimiliki resistor ini adalah 1/4 Watt, 1/2 Watt, 1 Watt dan 2 Watt.
    5. Resistor Film Metal
      [Image : Resistor Film Metal]
      Bentuk dari resistor film metal hampir sama dengan resistor film karbon. Hanya saja resistor ini tahan terhadap perubahan temperatur dan memiliki tingkat kepresisian yang tinggi karena nilai toleransi yang mencapai 1% atau 5%. Jika di bandingkan dengan jenis Fixed Resistor lainnya, resistor ini memiliki kepresisian yang lebih tinggi karena memilik 5 gelang warna bahkan ada juga yang terdapat 6 gelang warna. Resistor film metal banyak digunakan dalam rangkaian elektronika yang memiliki tingkat ketelitian tinggi, seperti alat ukur.
  2. Variable Resistor (Resistor Tidak Tetap)

    Adalah jenis resistor yang memiliki nilai resistansi berubah-ubah secara langsung dengan cara memutar atupun menggeser tuas yang ada. Jenis Resistor Tidak Tetap antara lain :
    1. Potensiometer
      [Image : Potensiometer]
      Potensiometer adalah jenis variable resistor yang nilai resistansinya dapat kita rubah dengan cara memutar porosnya melalui tuas yang sudah di sediakan. Pada umumnya, resistor ini terbuat dari kawat atau karbon dan paling banyak digunakan dalam rangkaian elektornika. Saat ini telah banyak potensiometer yang terbuat dari bahan karbon karena memiliki ukuran yang lebih kecil dan resistansi yang cukup besar. Perubahan nilai resistansi terbagi menjadi dua, yaitu linier dan logaritmatik. Untuk mengetahui apakah potensiometer tersebut linier atau logaritmatik dapat dilihat dari huruf yang tertera pada bagian belakang. Apabila tertera huruf “B” maka potensiometer tersebut bersifat logaritmatik, sedangkan jika tertera huruf “A” maka potensiometer tersebut bersifat linier.
    2. Trimpot
      [Image : Trimpot]
      Trimpot atau biasa di sebut Tripotensiometer adalah resistor yang nilai resistansinya dapat berubah. Sifat dan karakteristik trimpot tidak jauh berbeda dengan potensiometer, hanya saja bentuk fisik trimpot lebih kecil dibandingkan dengan potensiometer. Perubahan nilai resistansi tersebut juga dibagi menjadi 2, yaitu linier dan logaritmatik. Untuk mengubah nilai resistansi dengan cara memutar lubang tengah pada badan trimpot dengan menggunakan obeng.
    3. NTC dan PTC
      [Image : PTC dan NTC]
      NTC (Negative Temperature Coefficient) dan PTC (Positive Temperature Coefficient) merupakan resistor yang nilai resistansinya dapat berubah apabila terjadi perubahan temperatur di sekelilingnya. Nilai resistansi NTC sendiri akan naik apabila temperatur di sekelilingnya turun, Sedangkan nilai resistansi PTC akan naik jika jika temperatur di sekelilingnya naik. Kedua resiston ini paling sering digunakan sebagai sensor karena dapat mengukur suhu atau temperatur daerah di sekelilingnya.
    4. VDR (Voltage Dependent Resistor)
      [Image : VDR]
      VDR (Voltage Dependent Resistor) adalah semikonduktor yang secara prinsip sebagai penggabungan secara anti pararel dari hubungan seri PN Junction. Ketika sebuah tegangan variabel DC disambungkan ke VDR (Voltage Dependent Resistor) tanpa memperhatikan polaritas, arus mengalir menyebabkan tegangan diseluruh PN Junction yang terhubung seri. Oleh karena itu, VDR (Voltage Dependent Resistor) mempunyai tahanan tinggi saat tegangan rendah dan bertahanan rendah saat tegangan tinggi.
    5. LDR (Light Dependent Resistor)
      [Image : LDR]
      LDR (Light Dependent Resistor) merupakan resistor yang nilai resistansinya dapat berubah apabila terjadi perubahan intensitas cahaya di daerah sekelilingnya. Itu dapat terjadi karena intensitas cahaya yang besar dapat mendorong elektron untuk menembus batas-batas pada LDR. Dengan begitu, nilai resistansi akan naik jiga intensitas yang diterima sedikit. Sedangkana nilai resistansi dari LDR akan turun jika intensitas cahaya yang diterima banyak. Resistor LDR sendiri banyak digunakan sebagai sensor cahaya, khususnya pada lampu taman.

Symbol-Symbol Resistor

Untuk symbol dari resistor itu sendiri berbeda-beda, namun untuk symbol dari Fixed Resistor (Resistor Tetap) ternyata semua jenisnya memiliki symbol yang sama. Perbedaan symbol resistor terjadi pada jenis Variable Resistor (Resistor Tidak Tetap). Untuk mengetahui symbol-symbol resistor, silahkan lihat gambar dibawah ini :) :
[Image : Symbol-Symbol Resistror]

Cara Mengidentifikasi Nilai Resistor Tetap

Masih mau lanjut? :D Baiklah, setelah ini saya akan menjelaskan tentang cara mengetahui / mengidentifikasi nilai dari resistor tetap berdasarkan kode-kodenya. Perlu diketahui bahwa resistor tetap memiliki 2 kode yaitu kode warna dan kode angka. Disini akan saya jelaskan satu demi satu.
  1. Kode Warna
    Resistor yang nilainya berdasarkan dengan kode warna biasanya memiliki 4 sampai 6 pita. Masing-masing pita menunjukkan variabel tertentu yang sifatnya tetap. Sedangkan masing-masing dari warna pita menunjukkan nilai dari variabel tersebut yang juga bersifat tetap. Berikut tabel nilai dari masing-masing warna (Tabel berlaku untuk system pengkodean 4 dan 5 pita, untuk system pengkodean 6 pita dapat menyesuaikan) :
    Warna Pita pertama Pita kedua Pita ketiga (pengali) Pita keempat (toleransi) Pita kelima (koefisien suhu)
    Hitam 0 0 × 100
    Cokelat 1 1 × 101 ± 1% (F) 100 ppm
    Merah 2 2 × 102 ± 2% (G) 50 ppm
    Jingga (oranye) 3 3 × 103 15 ppm
    Kuning 4 4 × 104 25 ppm
    Hijau 5 5 × 105 ± 0.5% (D)
    Biru 6 6 × 106 ± 0.25% (C)
    Ungu 7 7 × 107 ± 0.1% (B)
    Abu-abu 8 8 × 108 ± 0.05% (A)
    Putih 9 9 × 109
    Emas × 10-1 ± 5% (J)
    Perak × 10-2 ± 10% (K)
    Kosong ± 20% (M)
    Terdapat 3 jenis system pengkodean warna, yaitu :
    1. System 4 Pita
      [Image : System 4 Pita]
      Dua pita pertama merupakan informasi dua digit harga resistansi, pita ketiga merupakan faktor pengali (jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat merupakan toleransi harga resistansi.
    2. System 5 Pita
      [Image : System 5 Pita]
      Dua pita pertama merupakan informasi dua digit harga resistansi, pita ketiga merupakan faktor pengali (jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat merupakan toleransi harga resistansi, dan pita kelima yang menunjukkan koefisien suhu.
    3. System 6 Pita
      [Image : System 6 Pita]
      Tiga pita pertama merupakan informasi tiga digit harga resistansi, pita keempat merupakan faktor pengali (jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita kelima merupakan toleransi harga resistansi, dan pita keenam yang menunjukkan koefisien suhu.
  2. Kode Angka
    Resistor yang menggunakan kode angka biasanya permukaannya dicetak dengan harga numerik dengan kode yang mirip dengan kondensator kecil. Berikut penjelasan dari System Kode Angka ini :
    1. Kode Angka Tiga Digit
      Resistor toleransi standar ditandai dengan kode tiga digit, dua pertama menunjukkan dua angka pertama resistansi dan angka ketiga menunjukkan pengali (jumlah nol), contoh : penulisan kode 222 untuk resistor bernilai 2200Ω = 2.2 kΩ, sedangkan kode 443 untuk resistor bernilai 44000Ω = 44 KΩ.
      Jika resistor tersebut nilainya kurang dari 100Ω digit ketiga bernilai 0 (nol), contok : penulisan kode 100 untuk resistor bernilai 10Ω, sedangkan kode 270 untuk resistor bernilai 27Ω.
      Jika resistor tersebut nilainya kurang dari 10Ω menggunakan 'R' untuk menunjukkan letak titik desimal, contoh : penulisan kode 0R22 untuk resistor bernilai 0.22Ω sedangkan kode 4R7 untuk resistor bernilai 4.7Ω.
    2. Kode Angka Empat Digit
      Resistor presisi ditandai dengan kode empat digit. Dimana tiga digit pertama menunjukkan harga resistansi dan digit keempat adalah pengali, contoh : penulisan kode 4992 untuk resistor dengan nilai 49900Ω = 49.9 KΩ, sedangkan kode 1001 untuk resistor dengan nilai 1000Ω = 1 KΩ
Bagaimana? Sudah lebih paham atau belum? Atau malah jadi bingung? :D Sekian dulu yang dapat saya sampaikan jika ada kekurangan dan pertanyaan dapat disampaikan dikolom komentar yang sudah saya sediakan. Bila ada kesalahan saya mohon koreksi Anda dan saya mohon maaf yang setulus-tulusnya. Terimakasih dan Salam Blogger Indonesia! :)

Wednesday, August 27, 2014

Line Follower / Line Tracer Robot Analog

[Image : Line Follower Robot"
Kali ini saya ingin dan saya akan berbagi sedikit banyak tentang dunia Robotic. Karena apa? Karena saya akan menemui ini di dalam perkuliahan saya dan mungkin juga akan Anda temui di masa yang akan datang. Karena saya adalah Mahasiswa Teknik Elektro dan di dalam Elektronika terdapat System Control / Sistem Kendali yang salah satunya adalah Robotic, jadi saya akan berbagi tentang Robotic ini dimulai dari yang sederhana yaitu System Control Analog. System Control Analog ini mampu menggerakan Robot tanpa adanya penanaman Software Khusus dari PC ke Chip yang ada di Robot, Dengan kata lain hanya komponen Elektronika lah yang menggerakan Robot. Salah satu Robot Analog yang cukup mudah dibuat adalah LFR / Line Follower Robot (Robot Pengikut Garis). Disini saya akan menjelaskan dan sekaligus memberikan tutorial mebuat "Rangkaian Elektronika" dari LFR ini.

Apa Itu LFR?

Ada yang sudah tau apa itu LFR? LFR kho ya, bukan LDR apalagi LaFaR. :ngakak: Saya sudah menjelaskannya secara singkat tadi di awal kan? :p Baiklah buat yang belom tau apa itu LFR, saya akan menjelaskannya sekali lagi. Line Follower Robot / LFR (Robot Pengikut Garis) merupakan robot yang dapat berjalan mengikuti sebuah lintasan, ada yang menyebutnya dengan Line Tracker, Line Tracer Robot dan sebagainya. Garis yang dimaksud adalah garis berwarna hitam diatas permukaan berwarna putih atau sebaliknya, ada juga lintasan dengan warna lain dengan permukaan yang kontras (gelap-terang) dengan warna garisnya. :W

Bagaimana Cara LFR Mengikuti Garis?

LFR ini mengikuto garis dengan "Mata"nya. Mata Robot ini adalah sensor yang mendeteksi garis. Sensor garis ini mendeteksi adanya garis pada permukaan lintasan dengan membandingkan kondisi saat terkena permukaan gelap dan permukaan terang. Informasi yang diterima sensor garis kemudian diteruskan ke prosesor untuk diolah sedemikian rupa dan akhirnya hasil informasi hasil olahannya akan diteruskan ke penggerak atau motor agar motor dapat menyesuaikan gerak tubuh robot sesuai garis yang dideteksinya. :W

Komponen Utama Line Follower Robot Analog

Untuk membuat LFR ini, Anda harus membuat Rangkaian Utama dari LFR tersebut yang terdiri dari beberapa komponen elektronika. Komponen-Komponen Elektronika ini antara lain :
  1. LED
    LED (Light Emitting Diode) merupakan instrument elektronika yang dapat menghasilkan cahaya.
    [Image : LED]
    LED
  2. Photodioda
    Bentuk dari Photodioda sama dengan LED namun fungsinya berbeda. Photodioda digunakan sebagai sensor cahaya, bila Photodioda menerima banyak cahaya maka hambatan Photodioda berkurang sebaliknya bila menerima sedikit cahaya maka hambatannya akan bertambah.
    [Image: Photodioda]
    Photodioda
  3. IC Komparator
    Komparator sesuai namanya berfungsi untuk membandingkan tegangan input dengan tegangan referensi. Apabila tegangan input lebih besar dari tegangan referensi maka tegangan outputnya akan sama dengan tegangan maks power supply (high/1), apabila tegangan input lebih kecil dari tegangan referensi maka tegangan outputnya akan sama dengan tegangan min power supply (low/0).
    [Image : IC Komparator]
    IC Komparator
  4. Transistor
    Transistor adalah alat yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (saklar), modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Pada line follower fungsinya lebih diutamakan sebagai saklar (switch) pada rangkaian motor penggerak.
    [Image : Transistor]
    Transistor
  5. Resistor
    Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk memberikan hambatan terhadap aliran arus listrik. Dalam rangkaian listrik dibutuhkan resistor dengan spesifikasi tertentu, seperti besar hambatan, arus maksimum yang boleh dilewatkan dan karakteristik hambatan terhadap suhu dan panas. Resistor memberikan hambatan agar komponen yang diberi tegangan tidak dialiri dengan arus yang besar, serta dapat digunakan sebagai pembagi tegangan.
    [Image : Resistor]
    Resistor
  6. Opto Coupler
    Opto Coupler merupakan salah satu jenis komponen yang terdiri dari pasangan LED dan Photo transistor, dimana transistor akanaktif ketika LED menyala (dialiri arus). Hal ini dapat dimanfaatkan untuk memisahkan rangkaian komparator dengan rangkaian driver pada line follower analog.
    [Image : Opto Coupler]
    Opto Coupler
  7. Motor DC
    Motor DC merupakan motor yang membutuhkan arus searah (DC) dalam penggunaannya. Umumnya berkecepatan rendah sampai sedang, dengan penggunaan daya rendah sehingga cocok untuk digunakan dalam pembuatan robot berukuran kecil.
    [Image : Motor DC]
    Motor DC
  8. Trimpot
    Trimpot (Trimmer Potentiometer) adalah jenis resistor variable berupa potensiometer yang cara mengubah nilai tahanannya dengan cara mentrim dengan menggunakan obeng. Fungsi lainnya yakni digunakan untuk memperoleh tegangan yang bervariasi dengan memanfaatkan rumus pembagi tegangan dari dua resistor, jadi dibaratkan dalam trimpot terdapat dua resistor yang dihubungkan seri dimana nilai hambatannnya dapat diubah-ubah.
    [Image : Trimpot]
    Trimpot

Skema Rangkaian Robot

Masih mau dilanjut? Atau Anda sudah mulai mengantuk? Bacalah sedikit lagi karena ini bagian pamungkasnya. :D Sekarang kita masuk pada pembuatan "Skema Rangkaian" dari komponen-komponen elektronika yang saya sebutkan tadi diatas. Ada 3 bagian utama dari rangkaian total yaitu :
  1. Sensor Garis
    Apa itu sensor garis? Yang dimaksud sensor garis disini adalah suatu perangkat/alat yang digunakan untuk mendeteksi adanya sebuah garis atau tidak. Garis yang dimaksud adalah garis berwarna hitam di atas permukaan berwarna putih. Alat ini menggunakan teknik pantulan cahaya yang ditangkap oleh photodiode dari sebuah LED.
    [Image : Sensor Garis]
    Sensor Garis
  2. Komparator
    Sebuah komparator dalam robot line tracer untuk menghasilkan tegangan output dengan logika high atau low (1 atau 0) yang digunakan untuk mengaktifkan driver motor (Pada penjelasan berikutnya). IC komparator yang digunakan adalah LM339 yang terdiri dari empat buah komparator yang masing-masing membandingkan dua tegangan. Bila tegangan pada channel (A) “lebih besar” dari tegangan channel (B) maka output komparator akan berlogika HIGH atau 1. Sedangkan bila tegangan input pada channel (A) “lebih kecil” dari teganganpada channel(B) maka output komparator akan berlogika LOW atau 0
    [Image : Komparator]
    Komparator
  3. Driver Motor
    Driver motor adalahrangkaian yang digunakan untuk mengendalikan gerakan motor sesuai dengan polaritas yang diinginkan. Komponen pembuatnya terdiri dari empat buah transistor yang dirangkai seperti gambar di bawah. Pada robot line tracer ini, driver sangat penting untuk membuat roda agar dapat berputar dalam arah maju atau mundur. Jenis driver yang digunakan pada robot ini adalah driver H seperti pada rangkaian berikut:
    [Image : Driver Motor]
    Driver Motor

Skema Keseluruhan

[Image : Skema Keseluruhan]
Skema Keseluruhan
Bagaimana? Apakah Anda tertarik membuat Robot yang satu ini? Atau Anda malah tambah puyeng dan bingung dengan penjelasan saya di atas? =D Oke, saya sudahi dulu karena saya rasa mata Anda sudah terlihat lelah membaca postingan saya yang satu ini. :p Semoga postingan kali ini dapat menambah pengetahuan Anda dan dapat bermanfaat untuk Anda. Sekian, bila ada kesalahan dalam penulisan atau yang lain-lain saya minta koreksi Anda dan saya pribadi memohon maaf atas kesalahan tersebut. Trimakasih dan Salam Blogger Indonesia! :)
Sumber : http://toko-robot.blogspot.com/2012/11/line-tracer-analog.html