Saturday, September 27, 2014

Mengenal Lebih Jauh Tentang Kapasitor

[Image : Kapasitor]

Apa itu Kapasitor?

Capasitor atau kapasitor atau juga Kondensator adalah sebuah komponen elektronika yang dapat digunakan untuk menyimpan energi listrik untuk beberapa lama. Kapasitor terdiri atas dua lempeng logam yang dipisahkan oleh suatu isolator. Isolator ini dinamakan dielektrikum (dielektrika). Pemberian nama kapasitor / kondensator biasanya diambil dari bahan isolator atau dielektrikum yang digunakan, contohnya kondensator keramik bahan yang digunakan sebagai dielektrikum adalah keramik. :W
Kapasitor / Kondensator memiliki sifat-sifat khusus atau khas, antara lain :
  1. Dapat menyimpan energi listrik untuk beberapa lama.
  2. Dapat meneruskan listrik arus bolak-balik
  3. Tidak dapat meneruskan listrik arus searah.

Apa Saja Fungsi Kapasitor?

Kapasitor banyak sekali digunakan pada rangkaian elektronika, kegunaannya antara lain:
  • Sebagai Penyimpan arus atau tegangan listrik
  • Sebagai Konduktor yang dapat melewatkan arus AC (Alternating Current)
  • Sebagai Isolator yang menghambat arus DC (Direct Current)
  • Sebagai Filter dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya)
  • Sebagai Kopling
  • Sebagai Pembangkit Frekuensi dalam Rangkaian Osilator
  • Sebagai Penggeser Fasa
  • Sebagai Pemilih Gelombang Frekuensi (Kapasitor Variabel yang digabungkan dengan Spul Antena dan Osilator)
Kemampuan kapasitor dalam menyimpan energi listrik dinamakan kapasitas kapasitor dan dinyatakan dalam satuan farad (F). Setiap kapasitor memiliki tegangan kerja atau working voltage (WV) yaitu batas tegangan yang dapat dihubungkan pada kapasitor. :yaya:

Apa Saja Jenis-Jenis Kapasitor?

Seperti halnya resistor, kapasitor juga memiliki 2 jenis. Kedua jenis ini dilihat dari cara kerja kapasitor tersebut. Jenis-jenis tersebut, yaitu =D:
    [Image : Kapasitor Nilai Tetap]
  • Kapasitor Tetap

    Kapasitor jenis ini nilai kapasitas kapasitornya tetap dan tidak dapat dirubah. Nilai kapasitas kapasitornya biasanya dinyatakan langsung di body kondensatronya, atau menggunakan kode baik berupa angka maupun pita warna seperti halnya pada resistor. Ya, seperti halnya resistor, Kapasitor Tetap juga bermacam-macap jenisnya, antara lain:
    1. Kapasitor Keramik
      Kapasitor Keramik adalah Kapasitor yang Isolatornya terbuat dari Keramik dan berbentuk bulat tipis ataupun persegi empat. Kapasitor Keramik tidak memiliki arah atau polaritas, jadi dapat dipasang bolak-balik dalam rangkaian Elektronika. Pada umumnya, Nilai Kapasitor Keramik berkisar antara 1pf sampai 0.01µF.
      Kapasitor yang berbentuk Chip (Chip Capasitor) umumnya terbuat dari bahan Keramik yang dikemas sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan peralatan Elektronik yang dirancang makin kecil dan dapat dipasang oleh Mesin Produksi SMT (Surface Mount Technology) yang berkecepatan tinggi.
    2. Kapasitor Polyester
      Kapasitor Polyester adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari Polyester dengan bentuk persegi empat. Kapasitor Polyester dapat dipasang terbalik dalam rangkaian Elektronika (tidak memiliki polaritas arah)
    3. Kapasitor Kertas
      Kapasitor Kertas adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari Kertas dan pada umumnya nilai kapasitor kertas berkisar diantara 300pf sampai 4µF. Kapasitor Kertas tidak memiliki polaritas arah atau dapat dipasang bolak balik dalam Rangkaian Elektronika.
    4. Kapasitor Mika
      Kapasitor Mika adalah kapasitor yang bahan Isolatornya terbuat dari bahan Mika. Nilai Kapasitor Mika pada umumnya berkisar antara 50pF sampai 0.02µF. Kapasitor Mika juga dapat dipasang bolak balik karena tidak memiliki polaritas arah.
    5. Kapasitor Elektrolit
      Kapasitor Elektrolit adalah kapasitor yang bahan Isolatornya terbuat dari Elektrolit (Electrolyte) dan berbentuk Tabung / Silinder. Kapasitor Elektrolit atau disingkat dengan ELCO ini sering dipakai pada Rangkaian Elektronika yang memerlukan Kapasintasi (Capacitance) yang tinggi. Kapasitor Elektrolit yang memiliki Polaritas arah Positif (-) dan Negatif (-) ini menggunakan bahan Aluminium sebagai pembungkus dan sekaligus sebagai terminal Negatif-nya. Pada umumnya nilai Kapasitor Elektrolit berkisar dari 0.47µF hingga ribuan microfarad (µF). Biasanya di badan Kapasitor Elektrolit (ELCO) akan tertera Nilai Kapasitansi, Tegangan (Voltage), dan Terminal Negatif-nya. Hal yang perlu diperhatikan, Kapasitor Elektrolit dapat meledak jika polaritas (arah) pemasangannya terbalik dan melampui batas kamampuan tegangannya.
    6. Kapasitor Titanium
      Kapasitor Tantalum juga memiliki Polaritas arah Positif (+) dan Negatif (-) seperti halnya Kapasitor Elektrolit dan bahan Isolatornya juga berasal dari Elektrolit. Disebut dengan Kapasitor Tantalum karena Kapasitor jenis ini memakai bahan Logam Tantalum sebagai Terminal Anodanya (+). Kapasitor Tantalum dapat beroperasi pada suhu yang lebih tinggi dibanding dengan tipe Kapasitor Elektrolit lainnya dan juga memiliki kapasintansi yang besar tetapi dapat dikemas dalam ukuran yang lebih kecil dan mungil. Oleh karena itu, Kapasitor Tantalum merupakan jenis Kapasitor yang berharga mahal. Pada umumnya dipakai pada peralatan Elektronika yang berukuran kecil seperti di Handphone dan Laptop.
  • Kapasitor Variabel

    [Image : Kapasitor Nilai Tidak Tetap]
    Kapasitor Variabel adalah Kapasitor yang nilai Kapasitansinya dapat diatur atau berubah-ubah. Secara fisik, Kapasitor Variabel ini terdiri dari 2 jenis yaitu :
    1. VARCO (Variable Condensator)
      VARCO (Variable Condensator) yang terbuat dari Logam dengan ukuran yang lebih besar dan pada umumnya digunakan untuk memilih Gelombang Frekuensi pada Rangkaian Radio (digabungkan dengan Spul Antena dan Spul Osilator). Nilai Kapasitansi VARCO berkisar antara 100pF sampai 500pF
    2. Trimmer
      Trimmer adalah jenis Kapasitor Variabel yang memiliki bentuk lebih kecil sehingga memerlukan alat seperti Obeng untuk dapat memutar Poros pengaturnya. Trimmer terdiri dari 2 pelat logam yang dipisahkan oleh selembar Mika dan juga terdapat sebuah Screw yang mengatur jarak kedua pelat logam tersebut sehingga nilai kapasitansinya menjadi berubah. Trimmer dalam Rangkaian Elektronika berfungsi untuk menepatkan pemilihan gelombang Frekuensi (Fine Tune). Nilai Kapasitansi Trimmer hanya maksimal sampai 100pF.

Cara Mengidentifikasi Nilai Kapasitas Kapasitor Tetap

Masih mau dilanjut? :D Sebagian mungkin sudah tau cara mengidentifikasi nilai kapasitas kapasitor, namun disini saya akan tetap memberikan cara untuk mengidentifikasi nilai kapasitas kapasitor tersebut. Bagi yang belum tau silahkan simak baik-baik cara yang akan saya berikan di postingan kali ini. Ada dua jenis kode yang dituliskan di body kapasitor, yaitu kode angka dan kode warna, namun untuk kode warna mungkin saat ini jarang sekali ditemukan di pasar. Walaupun demikian, saya akan tetap memberikan cara untuk mengidentifikasi berdasarkan kode warna.
  1. Kode Angka
    Kapasitor yang menggunakan kode angka biasanya permukaannya dicetak dengan harga numerik dengan kode yang mirip dengan resistor kode angka. Berikut penjelasan kode angka pada gambar dibawah ini :
    [Image : Mengidentifikasi Kode Angka Kapasitor]
    Ingatlah bahwa hasil angka yang kita kalikan atau kita oprasikan dalam satuan picofarad (pF) atau 10-12F.
  2. Kode Warna
    Kondensator dengan gelang warna biasanya adalah kondensator jenis polyster dan mika, yang semuanya nonpolar. Saat ini memang sudah susah kita jumpai kondensator yang memiliki gelang warna sebagai kode nilai kapasitansinya, karena pabrikanya telah merubah pengkodeannya dengan kode angka. lihatlah tabel gelang warna kondensator / kapasitor di bawah ini untuk mempermudah Anda belajar membaca gelang warna pada kapasitor. Ingatlah bahwa hasil angka yang kita kalikan atau kita oprasikan dalam satuan picofarad (pF) atau 10-12F
    Warna Angka ke-1 Dan ke-2 Faktor Perkalian Toleransi Tegangan Kerja Maksimum
    Hitam 0 × 100 20%
    Cokelat 1 × 101 1% 100 V
    Merah 2 × 102 2% 250 V
    Jingga (oranye) 3 × 103 3%
    Kuning 4 × 104 4% 400 V
    Hijau 5 × 105 5%
    Biru 6

    630 V
    Ungu 7





    ± 0.05% (A)
    Putih 9
    10%
    Lihat pula tabel tingkatan pemakaian/penggunaan voltase kondensator atau kapasitor
    WarnaTingkatan Voltase (V)
    Tipe J (Tantalum)Tipe K (Mika)Tipe L (Polyster)Tipe M (Elco 4 Band)Tipe N (Elco 3 Band)
    Hitam4100 1010
    Coklat6200100 1.6
    Merah10300250 435
    Oranye15400 40
    Kuning20500400 6.36
    Hijau25600 1615
    Biru35700630 20
    Ungu50800
    Abu-abu900 2525
    Putih31000 2.53
    [Image : Mengidentifikasi Kode Warna Kapasitor]
    Sebagai contoh lihatlah gambar di samping kanan berikut. Pada gambar tersebut terdapat kapasitor yang mempunyai warna : Kuning, Ungu, Hitam, Hijau dan Coklat. Maka nilai kapasitansinya adalah 4 × 104pF = 4.7nF dengan toleransi +/- 5% dan Tegangan Maksimum sebesar 100volt. Berbeda dengan resistor yang hasil pengoprasian angkanya sudah dalam satuan Ohm (Ω), hasil pengoprasian angka pada kapasitor dalam satuan picofarad (pF) atau setara dengan 10-12F.
Bagaimana? Sudah lebih paham atau belum? Atau malah jadi bingung? :D Sekian dulu yang dapat saya sampaikan jika ada kekurangan dan pertanyaan dapat disampaikan dikolom komentar yang sudah saya sediakan. Bila ada kesalahan saya mohon koreksi Anda dan saya mohon maaf yang setulus-tulusnya. Terimakasih dan Salam Blogger Indonesia! :)
Dari berbagai sumber salah satunya teknikelektronika.com

Seorang laki-laki yang tidak sempurna, namun ingin menyempurnakan orang lain, dan ingin selalu membahagiaan kepada teman, sahabat dan orang lain yang ia sayangi.

► Gunakanlah akun terdaftar untuk berkomentar.
► Berkomentarlah yang Relevan, Santun dan Bijaksana.
► Dilarang menggunakan (link) aktif / hidup!.
► Tambahkan satu spasi didepan kode emo dan gunakan kode emo standar untuk menyisipkan emo.

Khusus untuk membalas komentar, disarankan menggunakan tombol Balas di samping komentar terkait, agar komunikasi lebih terstruktur. Karena mungkin, apa yang Anda tanyakan/katakan saat ini akan sangat bermanfaat bagi pembaca lain.

Emo Emo
Batal