Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Tuesday, June 20, 2017

Perlukah Membuat Website?

Yo! Hallo CS reader! Kali ini saya akan berbagi sedikit opini saya tentang kenapa kita perlu untuk membuat sebuah blog atau website di jaman digital sekarang ini. Mengingat ini hanya opini saja, jadi saya tidak memaksa anda untuk setuju dengan saya. Pun saya tidak menyarankan untuk mengambil opini saya untuk dijadikan makalah ataupun karya tulis yang lain, karena saya pun menulis ini tanpa melakukan riset terlebih dahulu.

Blog atau Website?

Oke cukup basa basinya, mari kita ke pokok permasalahan. Apa sih itu Blog dan apa itu Website? Sebenarnya kedua hal ini mirip dan bahkan banyak yang mengatakan kedua hal ini sama. Sebenarnya ada kesamaan dan perbedaan dari kedua hal ini. Persamaannya adalah baik blog maupun website adalah bagian dari World Wide Web (WWW) yang dapat diakses melalui internet oleh semua orang. Selain itu, blog dan website terdiri dari kumpulan halaman web yang disatukan.

Wednesday, May 24, 2017

Desain Grafis, Tidak Sesulit Kata Orang

Hallo, sahabat… Senang rasanya dapat menulis kembali di blog ini. Kali ini saya ingin membahas sedikit banyak tentang desain grafis baik di dunia, maupun di Indonesia. Oh ya, saya juga akan berbagi sedikit tips untuk para pembaca yang ingin belajar desain yang mudah dipahami dan tentunya menyenangkan.
Desain Grafis
Sebelum lanjut ke fokus utama, saya hanya neginformasikan bahwa artikel ini akan cukup panjang. Yaaa, tau sendiri lah, hampir tidak mungkin membahas hal-hal berbau desain grafis dalam satu artikel saja. Jadi, siapkan cemilan atau makanan ringan lainnya dan jangan lupa kopi untuk menemani Anda membaca artikel ini, Okey? :D

Tuesday, May 16, 2017

6 Tips Saat Menyebrang Jalan

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...

Bertemu lagi dengan kami, SAFAR. Kali ini kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya para pejalan kaki yaitu terkait dengan tips saat menyebrang jalan. Berikut adalah 6 tips aplikatif yang dapat kita coba saat kita menyebrang jalan. Apa saja itu? Simak penjelasannya di bawah ini:

Thursday, November 17, 2016

Mahasiswa? Yuk, Atur Uangmu!

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...

atur-uangmu
Mengatur uang, gampang-gampang susah sebenarnya. Tapi jika kita yakin dan konsisten, bukan tidak mungkin hal ini dapat terjadi. Saya adalah seorang mahasiswa semester menengah di salah satu Universitas Negeri di Jawa Tengah. Ya meskipun begitu, biaya kuliah dan biaya hidup saya masih di tanggung orang tua. Dan kebetulan saya adalah seorang perantau, jadi mau tidak mau saya harus bisa mengatur uang pemberian orang tua saya sebaik mungkin. Untuk itu saya ingin berbagi tips mengenai cara mengatur uang untuk kalangan mahasiswa, khususnya yang jauh dari orang tua. Check This Out!
  1. Buat List Kebutuhan dan Skala Prioritas
    prioritas
    Mahasiswa awal tahun? Kost? Ada baiknya kita menuliskan daftar kebutuhan kita mulai dari yang paling penting hingga yang kondisional. Ada baiknya juga menuliskan kebutuhan bulanan, mingguan bahkan harian. Jangan lupa juga mengatur skala prioritas, jangan sampai uang awal bulan kita habis hanya untuk kebutuhan yang tidak terlalu penting.
  2. Cari Tempat Makan Murah
    warteg
    Pangan adalah salah satu kebutuhan dasar, oleh karena itu kita harus pintar-pintar mengatur uang makan sehari-hari. Jika anda bisa memasak dan di tempat tinggal sementara anda memungkinkan untuk memasak, alangkah baiknya anda memasak makan anda sendiri, karena selain menghemat pengeluaran, makanan hasil masakan sendiri itu lebih terjamin daripada makan di luar. Namun jika tempat tinggal anda tidak memungkinkan untuk memasak atau anda sendiri kurang bisa memasak, carilah tempat makan yang murah dan mengenyangkan. Soal rasa, jika kita makan dalam kondisi lapar, maka semuanya akan terasa nikmat (pengalaman pribadi). Jika anda baru di kota perantauan, alangkah baiknya anda bertanya tempat makan murah kepada tetangga kost atau teman-teman anda yang lebih dulu di kota tersebut.
    Saya rekomendasikan tempat makan prasmanan, supaya anda bisa mengatur sendiri kebutuhan porsi anda masing-masing. Dan satu lagi, berusahalan akrab dengan sang penjual, jadilah langganan mereka, karena bukan tidak mungkin anda akan dibantu oleh mereka khususnya saat uang anda mulai menipis. :D
  3. Jangan Tergiur Ajakan Teman
    ngumpul
    Maksud saya disini adalah untuk tidak selalu menerima ajakan teman, khususnya jika anda merasa itu terlalu mahal dan merugikan kantong anda. Boleh lah sekali-kali ngumpul bersama teman-teman, tapi jika dengan ngumpul tersebut pengeluaran anda jadi tidak terkendali, anda bisa saja menolak ajakan teman-teman anda demi kebaikan dompet dan kantong anda. Lebih baik anda gunakan waktu luang anda untuk belajar, mengerjakan tugas atau malah mengasah keahlian anda. Bisa juga untuk menyalurkan hobi anda, siapa tau malah dengan begitu bisa menghasilkan uang? :D
  4. Cari Pekerjaan Sampingan
    freelance
    Jika anda kurang begitu disibukkan dengan kegiatan perkuliahan, tips ini bisa anda coba. Banyak lowongan pekerjaan sampingan, part time, freelance yang tersedia di luar sana. Selain meringankan orang tua karena mendapat penghasilan, kerja sampingan juga dapat menambah pengalaman anda di dunia kerja, pengalaman yang tidak akan didapatkan di kelas. Namun ingat, tujuan ada sebagai mahasiswa adalah untuk belajar, jadi jangan sampai pekerjaan sampingan anda malah membuat anda tidak dapat berkonsentrasi kuliah.
    Selain mencari pekerjaan sampingan, mengikuti project dosen juga boleh dicoba. Jika anda berkuliah di jurusan Teknik, ikut project dosen dapat menjadi salah satu tips untuk mengatur uang anda. Selain dapat mendalami materi kuliah, kita juga mendapat banyak pengalaman. Beberapa project juga dapat menghasilkan uang, walaupun jumlahnya tidak seberapa. Selain itu, project sang dosen juga memungkinkan kita untuk mendapatkan ide berupa topik yang dapat kita jadikan bahan skripsi. Menyenangkan bukan? :D
  5. Menabung
    nabung
    Cara ini adalah cara yang simple namun sangat sulit untuk dilakukan. Sulit dilakukan karena mahasiswa umumnya belum memiliki penghasilan sendiri. Kalau saya sendiri menabung dengan tujuan untuk mengantisipasi kekurangan uang di akhir bulan. Uang yang saya tabung biasanya uang koin receh kembalian dari minimarket. Dan jika akhir bulan ini uang masih aman, tabungan bisa akan bertambah di bulan berikutnya untuk keperluan yang lain. Ya walaupun uangnya dalam bentuk recehan koin, tapi nilainya kan lumayan. :D
    Sebenarnya banyak sekali kawan-kawan mahasiswa yang sudah berbagi tips menabung di internet, salah satu yang cukup membuat saya terkesan adalah menabung uang yang nilainya sesuai dengan tanggal saat kita menabung. Jadi, misal tanggal 1 kita menabung Rp.1000, tanggal 2 kita menabung Rp. 2000 dan seterusnya sampai akhir bulan. Namun harus konsisten, untuk nilainya dapat kita sesuaikan sesuai uang saku bulanan kita. Menarik bukan? :D
  6. Ikut Asuransi
    Ini adalah masalah krusial. Mahasiswa memiliki tingkat kestabilan ekonomi yang rendah karena itu alangkah baiknya kita ikut asuransi untuk mengatasi hal-hal buruk yang dapat menimpa kita. Asuransi yang umum adalah asuransi kecelakaan dan asuransi pemulihan kesehatan. Jika kita sakit di perantauan, akan sangat sulit untuk berhubungan keluarga, karena itu kita bisa terbantu dengan mengikuti asuransi.
    Sinarmas
    Banyak sekali perusahaan asuransi yang bisa kita ikuti. Salah satunya adalah Sinarmas MSIG Life. Sinarmas MSIG Life menawarkan berbagai produk asuransi sesuai dengan kebutuhan kita. Selain berjaga-jaga pada hal-hal buruk, kita juga bisa berinvestasi melalui asuransi. :)
  7. Konsisten
    konsisten
    Dan yang terakhir adalah konsisten untuk melakukan hal-hal yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Jika anda konsisten, bukan tidak mungkin keuangan kita akan aman per bulan, bahkan akan bertambah. Jadi, lakukan semua hal dengan benar, disiplin dan konsisten, maka hasilnya tidak akan mengecewakan kita.
Oke, cukup sekitan informasi yang dapat saya sampaikan. Saya juga akan berusaha mempraktekkan apa yang saya tulis. Semoga informasi ini dapat berguna bagi kita semua, khususnya para mahasiswa perantau yang tingkat kestabilan ekonominya rendah seperti saya. Terimakasih sudah mau membaca sampai kalimat ini, mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan pada diri saya, artikel ini maupun blog ini. Sekian,

Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...


Sumber gambar : merdeka.com, futuready.com, suarakarya.id, talentgarden.org, careerealism.com, sinarmasmsiglife.co.id, agastyapandu.com

Thursday, December 4, 2014

Tips Ketika Ditilang Polisi Lalulintas

Tips Ketika Ditilang
Siapa yang sudah pernah kena tilang pak Polisi? Hayoo, gk ada yang mau ngaku? Jujur saya sudah pernah kena tilang pak Polisi lantaran saya menerobos jalur 1 arah dan waktu itu saya kena denda 100 rb. Hadeh, untungnya uang yg dibawa pas dengan jumlah denda. Tapi, ternyata denda ini tidak sesuai di dalam kitab KUHP. Itu artinya, saya merugi entah seberapa ribu gara-gara kena tilang ini. :(
Nah karena latar belakang itu, kali ini saya akan berbagi Tips Ketika Ditilang Polisi Lalulintas. Ini adalah salah satu pengalaman temen-teman, mohon di baca baik-baik.

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan menarik ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Dialog antara polisi dan sopir taksi seperti ini.
Polisi (Pol):Selamat siang mas, bisa lihat SIM dan STNK?
Sopir (Sop):Baik Pak…
Pol:Mas tau..kesalahannya apa?
Sop:Gak pak
Pol:Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar sambil lalu menulis dengan sigap di buku tilang)
Sop:Pak jangan ditilang deh…plat aslinya udah gak tau kemana… kalo ada pasti saya pasang
Pol:Sudah…saya tilang saja…banyak mobil curian sekarang (dengan nada keras!!)
Sop:(Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak, ini kan bukan mobil curian!
Pol:Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop:Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna BIRU aja
Pol:Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop:Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?
Pol:Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop:Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …


Pol:(Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop:Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak mau ngasih
Pol:Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop:Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.


Pol:Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)

Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan “shoot pertama” (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi)


Pol 2:Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop:Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)

Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.


Pol 2:Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop:Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)
Pol:Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu”.


Sop:(Yes!!) Ok pak …gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…
Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, “Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.
Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … “Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.” “Untung saya paham macam2 surat tilang.”
Tambahnya, “Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!”

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:
SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang.
Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.
SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA