Tuesday, July 29, 2014

Menjaga Tali Silaturrahim Melalui Arisan

Sebelum anda melanjutkan untuk membaca postingan ini, alangkah lebih baiknya Anda memahami Apa Itu Silaturrahim terlebih dahulu. Baiklah, saya akan sedikit mengulas Apa Itu Silaturrahim?. Silaturrahim berasal dari bahasa arab Silah yang artinya Hubungan dan Rahim yang artinya tempat janin sebelum dilahirkan. Sehingga yang dimaksud silaturrahim adalah menjalin hubungan baik dengan kerabat, sanak, atau saudara yang masih memiliki hubungan rahim atau hubungan darah dengan kita. Silaturrahim juga bermakna menghubungkan mereka yang sebelumnya terputus hubungan atau interaksi, dan memberi kepada orang yang tidak memberi kepada kita. Dan juga silaturahim ditandai dengan hubungan dengan hati, yakni keluasan hati. Bagaimana? Sudah pahamkah? :yaya:
Baik, sekarang kita mulai menuju ke judul postingah diatas. sebelum masuk lebih dalam lagi, mari kita simak sekilas tentang apa itu arisan. Arisan adalah kelompok orang yang mengumpul uang secara teratur pada tiap-tiap periode tertentu. Setelah uang terkumpul, salah satu dari anggota kelompok akan keluar sebagai pemenang. Penentuan pemenang biasanya dilakukan dengan jalan pengundian, namun ada juga kelompok arisan yang menentukan pemenang dengan perjanjian. Di Indonesia sendiri terdapat budaya arisan yang setiap kali salah satu anggota memenangkan uang pada pengundian, pemenang tersebut memiliki kewajiban untuk menggelar pertemuan pada periode arisan yang akan diadakan berikutnya. :D
Arisan yang umum adalah arisan yang diadakan oleh sekelompok ibu-ibu dengan jumlah 10 orang dan biasanya masih dalam lingkup 1 RT, RW, Desa ,maupun Komplek. Kelompok ibu-ibu ini kalau di desa saya biasa disebut "Dasa Wisma". Jangka waktu / periode pengundian yang umum adalah setiap sebulan sekali dan dihadiri hampir seluruh anggota arisan. Dengan momentum pengundian inilah kita bisa memanfaatkan arisan sebagai salah satu cara untuk Menjaga Tali Silaturrahim. =D
Saya punya pengalaman tentang arisan ini di keluarga besar saya. Dulu sekitar 5 tahun yang lalu keluarga besar dari Ibu saya berkumpul di rumah kakek saya (berarti bapaknya ibu saya) saat perayaan Idul Fitri. Entah kenapa saat itu terjadi keputusan untuk membuat arisan keluarga kecil-kecilan yang anggotanya adalah keluarga besar saya tersebut dan jangka waktu pengundiannya 1 tahun, yaitu saat perayaan Idul Fitri saja. :). .Karena dulu masih kecil-kecilan jadi anggota yang terdaftar pertama kali adalah 10 orang dan berlaku selama 5 tahun karena setiap tahun mengundi 2 nama. Setiap anggota wajib "setor" sejumlah Rp. 100 rb kala itu.
Karena dulu arisannya masih kecil-kecilan maka anggota yang hadir dalam pengundian agak "kurang" berminat dengan hasil pengundian tersebut dan cenderung lebih berminat dalam "kumpul-kumpulnya". Namun setelah 5 tahun berlalu dan daftar anggota pertama semuanya sudah menerima uang arisan, maka dibuatlah "peraturan baru". Sekarang adalah tahun ke 6 terselenggaranya arisan keluarga tersebut dan daftar anggota sekarang berjumlah 18 orang dengan masing-masing anggota "setor" uang sejumlah Rp. 200 rb per tahunnya. Dan untuk sekarang dan selanjutnya setiap pengundian akan memperoleh 3 nama sebagai "pemenang". dan masing-masing "pemenang" mendapatkan uang sejumlah Rp. 1,2 jt, lumayan kan? :D. .Oleh karna itu, sekarang anggota yang hadir "lebih" berminat dengan uang arisannya dibandingkan dengan "kumpul-kumpulnya". :ngakak:
Mari kita ambil hikmahnya. Ternyata dengan metode Arisan dapat Menjaga Tali Silaturrahim antar anggota arisan walaupun ada maksud lain untuk mengikuti arisan tersebut yaitu "menang arisan" :ngakak:. Ini lebih baik daripada terjadi perpecahan antar anggota keluarga yang bisa berujung pada konfik dan permusuhan :). Demikian sekelebat info dari saya, semoga berguna dan dapat diambil sisi positifnya. ;)

Seorang laki-laki yang tidak sempurna, namun ingin menyempurnakan orang lain, dan ingin selalu membahagiaan kepada teman, sahabat dan orang lain yang ia sayangi.

► Gunakanlah akun terdaftar untuk berkomentar.
► Berkomentarlah yang Relevan, Santun dan Bijaksana.
► Dilarang menggunakan (link) aktif / hidup!.
► Tambahkan satu spasi didepan kode emo dan gunakan kode emo standar untuk menyisipkan emo.

Khusus untuk membalas komentar, disarankan menggunakan tombol Balas di samping komentar terkait, agar komunikasi lebih terstruktur. Karena mungkin, apa yang Anda tanyakan/katakan saat ini akan sangat bermanfaat bagi pembaca lain.

Emo Emo
Batal